Satoshi Nakamura is Back!!!

       

Foto ini diambil setelah Satoshi dibebaskan.

Foto ini diambil setelah Satoshi dibebaskan.

        

          Kenapa saya memilih judul itu? Karena saya memiliki empati yang cukup besar pada relawan yang satu ini. Padahal, jujur saya tidak pernah mengenalnya secara pribadi, pun tak pernah bertemu dengannya secara langsung.

         Satoshi Nakamura adalah salah satu relawan di sebuah organisasi jaringan kerelawanan internasional yang saya kenal bernama NICE (Never-ending International workCamp Exchange), salah satu partner IIWC di kawasan Asia Pasifik. Tanggal 8 Okober 2007 lalu dia diculik oleh gerombolan orang tak dikenal di Iran. Saat itu dia baru saja menyelesaikan satu tugasnya untuk menjadi relawan yang mengajar bahasa Jepang dan bahasa Inggris di sebuah panti asuhan di Subedigaun, Nepal melalui organisasi pengirim di Jepang (NICE) dan organisasi penerima di Nepal (NIFC, yang juga merupakan anggota dari jaringan YAP International).

          Saat saya mendapatkan informasi itu melalui jaringan email NVDA leaders, saya masih berada di Eropa untuk kegiatan kerelawanan juga. Meski saya berkegiatan di negara yang relatif tanpa konflk (berbeda dengan Iran), namun mungkin karena ada kesamaan situasi bahwa kami sama-sama relawan yang sedang berkegiatan di luar negeri masing-masing, jauh dari rumah, kawan dan keluarga, maka itu menimbulkan empati tersendiri di lubuk hati terdalam saya. Bahkan saya sempat sedikit paranoid. Bagaimana bila saya juga mengalami hal yang sama? Bagaimana dengan keluarga saya, saudara dan teman saya?

           Sejak itu saya terus mengikuti perkembangan berita melalui internet, terutama di milis. Disitu saya melihat respon dari semua organisasi dalam jaringan sangat bagus dengan saling memberikan dukungan moral dan suara untuk percepatan pelepasan dan pemulangan Satoshi. Bukan hal-hal besar seperti negoisasi dengan penculik dll, yang dilakukan, karena itu sudah menjadi bagian dari birokrasi yang lebih tinggi di level pemerintah dan departemen keamanan. Yang dilakukan oleh jaringan adalah membantu pemerintah dengan mengumpulkan suara dari anak-anak di panti asuhan yang ditinggalkan Satoshi di Nepal, keluarga yang menampungnya, para guru dan penduduk sekitar yang menyuarakan cinta dan harapan mereka akan kepulangan Satoshi. Beberapa staf dari NIFC bersama wartawan NHK cabang New Delhi juga bergerak mengumpulkan informasi tambahan atas riwayat kedatangan Satoshi, kegiatannya hingga berakhirnya program sosial tersebut hingga jejak terakhir Satoshi yang masih sangat kabur, yaitu pergi ke India, Pakistan hingga Iran melalui perbatasan Pakistan – Iran. Niatnya hanya ingin jalan-jalan ke sebuah benteng kuno yang sempat hancur karena gempa di propinsi Kerman, Iran, pada 2003, sebelum tiba jadwalnya kembali ke Jepang.

         

Berita yang berkembang kemudian adalah Satoshi diketahui telah diculik oleh gerombolan Esmail Shahbakhsh yang meminta pertukaran sandera dengan anaknya yang dipenjara karena beberapa kasus pembunuhan dan penculikan oleh pemerintah Iran saat itu. Dalam hal ini hubungan yang baik antara pemerintah Jepang dan Iran sangat membantu dalam proses pencarian dan pelepasan Satoshi dari penyanderaan. Rassoul Akram, markas besar keamanan di Kerman berafiliasi dengan pasukan para-militer revolusi, adalah termasuk yang menangani kasus ini di lapangan.
          
         Penantian sepanjang delapan bulan itu akhirnya membuahkan hasil dengan dilepasnya Satoshi dari drama penyanderaan pada tanggal 15 Juni 2008 lalu. Berita ini saya terima sehari setelah pelepasan itu, masih dari milis NVDA leaders dari presiden NICE, yang tentunya mendatangkan respon yang positif dari para partner di seluruh dunia. (ps. Maaf, karena malas ngeblog jadi baru sekarang di posting. Hehehe…)

Saya pribadi tentu juga ikut bahagia dengan berita yang menggembirakan ini. Semoga Satoshi bisa segera pulih dari trauma yang sangat mungkin dideritanya, syukur bila tidak. Dan yang pasti berkumpul kembali bersama keluarga yang dicintai dan mencintainya adalah anugrah yang tak ternilai, bukan?
         
         Saya berharap kasus ini tidak serta merta menyurutkan niat baik dan ketulusan kawan-kawan relawan yang mungkin sempat menyala-nyala untuk beridealisme untuk pergi ke suatu tempat terpencil untuk menyumbangkan waktu, energi dan ilmunya untuk orang lain. Atau bahkan tak hendak menyurutkan niat kalian untuk sekedar eksplorasi keindahan dunia di lokasi konflik atau rawan bencana sekalipun. Karena selain doa, adalah juga penting melengkapi diri dengan segala informasi dan materi yang akan anda butuhkan di lapangan nanti. Jangan lupa untuk selalu punya back-up person atau back-up organization dan selalu update informasi dengan mereka, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang terjadi.
         
         Well, setidaknya itulah yang saya pelajari dari seorang Satoshi Nakamura dan kasusnya. Sekali lagi, selamat atas kepulangannya ke negara dan keluarga tercinta. Satoshi Nakamura is baaacck!!!! <metta dian>
Data kasus dikumpulkan dari berbagai sumber online baik media maupun organisasi yang terkait secara langsung.

3 Comments

  1. leedha said,

    October 14, 2008 at 7:17 am

    keren bgt, aku sbg orang awam yang ga tau dunia valounter sampai merinding membacanya, thanx teh meme.

  2. metta said,

    October 15, 2008 at 2:57 am

    halo lida…
    makasih komennya. memang dunia relawan seperti roller coaster. inilah potret kecil hidup manusia.

  3. Tary Thewlis said,

    October 29, 2008 at 5:25 pm

    Aku terharu, nggak tahu harus bilang apa, apalagi aku pernah berada di posisi kalian, menjadi relawan di negara asing yang aku sendiri tidak mengerti bahasa lokal, aku merasa bersyukur selama ini sudah dibantu oleh orang-orang yang aku temui.

    Anyway, tahu nggak Met, itulah kenapa kita-kita nih selalu ‘dengan senang hati’ menghost kawan relawan kita dari luar indonesia yang bertandang ke Indonesia, soalnya kita merasa ‘diopeni’ sewaktu tinggal di negeri orang. Menurutmu piye?

    Sorry ya, Met … it’s a bit random!


Post a Comment