Pada sebuah pertemuan di musim panas, di depan kesucian Notredamme, Paris.
Kuputuskan untuk melahirkanmu, dalam masa yang entah kapan hingga bisa kumemelukmu dalam lengan hangatku, ibumu.
Seperti sebuah dzat ajaib menciptakan kedahsyatan ledakan batu yang pecah menjadi miliaran debu hitam, menyebar, melesak tak tertolakkan oleh siapapun yang kau kenai, hingga mereka merasa sesak, menderita, pada satu kali hirupan.
Mimosa adalah namamu.
Kau seorang pemberontak, tak terikat pada satu aturan yang lekat mengikat pada sebuah nama.
Kau bukanlah namamu.
Retaskan semua masai yang pernah diciptakan oleh bapamu. Putuskan setiap rantai yang membelunggumu.
Masa lalu ibu, masa lalu bapa, masa lalu bagaimana dirimu kutemukan dalam sebuah keputusan.
Kamu adalah kamu.
Sebuah individu idealis tak terbantahkan.
Selesaikan mandat yang kau buat sejak unsur senyawa tersusun satu demi satu membentuk sebuah cangkang yang kan kau pecahkan dengan reputasi si kepala batu…
Bila perlu bunuh ibu dan bapamu, bila kami menghalangi pemberontakanmu.
Ibu dan bapamu adalah generasi kusut yang sesungguhnya hanya bisa mengkerut saat sejari telunjuk ditudingkan tepat ke depan hidung harga diri.
Terkadang kubiarkan orang-orang atas menginjak dan koyakkan baju patri janji untuk melahirkan dan membentuk satu nyawamu.
Lawanlah mereka yang telah melakukan ini pada ibu.
Gempurlah bapamu bila dia telah menghancurkan patri itu, meski tanpa ia sadari.
Bunuh ibu bila kau rasa perlu…
go metta go….!!!!!
selesaikan yang sudah kau buat ^_^!!!!
thanks Lind..:)))